Kepedulian terhadap lingkungan "budaya positip murid SMPN 1 Tanjungraja"
" Kebersihan adalah pangkal kesehatan" itu selalu kita yakini dalam kehidupan ini. SMPN 1 Tanjungraja merupakan sebuah SMPN yang pertama kali berdiri di kecamatan Tanjungraja. SMPN 1 memiliki jumlah murid 346 siswa dan siswi pada tahun ajaran 2021/2022, dengan jumlah rombel sebanyak 12 rombel.
SMPN 1 Tanjungraja telah mengalami pergantian pimpinan 10 kali pergantian pimpinan sekolah. setiap pergantian sekolah kondisi sekolah mengalami perubahan yang drastis, penyesuaian tenaga kependidikan dengan pimpinan yang baru selalu membutuhkan waktu yang lebih dari 1 bulan. Di tahun 1994 taman sekolah sudah ada di SMPN 1 Tanjungraja, setelah itu proyek taman sekolah tidak prnah ada lagi sehingga wajar saja jika taman yang ada sudah banyak yang rusak. Suasana skolah ada taman dengan bermacam-macam bunga dan tanaman kini mulai di galakkan kembali, Alhamdulillah kepala dinas pendidikan dan kebudayaan lampung utara memberi dukungan penuh terhadap pembuatan taman sekolah. Taman sekolah dan icon sekolah beupa tulisan "SMPN 1 Tanjungraja" seperti tulisan pada taman-taman wisata adalah dambaan warga SMPN 1 Tanjungraja.
saat ini baik guru ataupun murid semua menyukai berswafoto, lokasi yang sesuai untuk berswa foto adalah lokasi yang selalu di cari. Harapannya dengan disediakannya taman sekolah, murid dan guru akan betah di sekolah, dan mau berkarya di sekolah.
Menurut kihajar dewantara setiap anak memiliki fitrahnya, atau bakat alamnya masing-masing. Guru hanya menebalkan garis-garis samar pada murid. Guru harus kreatif memunculkan bakat murid. Peran guru penggerak yaitu menjadi pemimpin pembelajaran yang berdampak pada murid. maksudnya menjadi guru yang selalu mengupayakan kemajuan apapun untuk muridnya.
Pembelajaran disekolah tidak akan berjalan dengan baik jika kenyamanan di sekolah itu tidak ada. Kenyamanan disekolah bisa didapatkan dari hubungan kekluargaan antara murid dengan murid, murid dengan guru, atau guru dengan guru. atau lingkungan sekolah yang sejuk karena adanya taman-taman yang diawat dengan rapih.
Kondisi SMPN 1 Tanjungraja sejak pandemi melanda di tahun 2020 membuat kondisi sekolah tidak terawat. Penjaga sekolah tidak menjalankan kewajibannya sebagaimana mestinya, tenaga guru dan tu tidak sanggup merawat dan mengrjakan tugas mereka sekaligus, akhirnya kondisi SMPN 1 tanjungraja banyak sampah berserakan, murid dan guru belum ada kesadaran intrinsiknya untuk membersihkan sekolah. Usulan tentang penggantian petugas kebersihan belum juga direalisasikan oleh kepala sekolah dengan berbagai macam alasan. Tetapi tugas kebersihan lingkungan yang tidak dikerjakan oleh petugas kebersihan di bebankan dengan guru dan murid.Hal ini tentu membuat ketidaknyamanan di hati guru dan murid.
Calon guru penggerak di SMPN 1 Tanjungraja merasa sedih, kecewa dan tak tahu lagi apa yang harus dilakukan, di mulai dengan memantaskan diri sebagai guru yang dipanuti murid-muridnya. beriisiatif membentuk duta lingkungan dari murid-murid yang bersedia membantu menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Duta lingkungan itu adalah cikal bakal pengurus osis tahap berikutnya. kemudian setelah diketahui kinerja duta lingkungan itu, guru mulai mengadakan reorganisai osis dan menugaskan pngurus osis membuat seksi kebersihan lingkungan.
guru dan pengurus osis mulai bekerja mengumpulkan sampah, lalu memilah-milihnya menjadi sampah organik dan anorganik. sampah organik di tempatkan pada tempat pembuangan sampah, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan cup minuman di kumpulkan untuk di jual pada pemulung.
kegiatan kepedulian tehadap lingkungan ini dipogramkan oleh cg selama 3 bulan kedepan yaitu sejak oktober sampai dengan desember 2021.
diharapakan setelah 3 bulan kedepan murid SMPN 1 Tajungraja telah tumbuh motivasi intrinsiknya dalam menjaga lingkungan sekolahnya.
Aksi nyata dapat di lihat dari video berikut ini
https://youtu.be/lEf6KQKNEkg
Comments
Post a Comment